Selasa, 02 Oktober 2012

Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan

  1. Sebelum melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer workstation (client) yang bermasalah diperlukan peralatan dan harus diketahui jenis topologi jaingan yang di gunakan oleh komputer workstation (client) tersebut.
  2. Karakteristik Topologi Bus
  • Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  • Paling prevvalent karena sederhana dalam instalasi.
  • Signal melewati 2 arah dengan satu kabel memungkinkan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
  • Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti.
  • Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lain yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya dilewati signal.
  1. Karakteristik Topologi Star
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
  • Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
  • Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain
  • Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP
  1. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk membuat jaringan komputer adalah:
  • Kartu Jaringan (Network Interface Card/LAN Card)
  • Kabel dan Konektor
  • Switch/Hub
  1. Kabel UTP (Unshilded Twisted Pair) merupakan salah satu kabel untuk menghubungkan komputer dalam jaringan komputer dengan topologi Star dan yang paling banyak digunakan.
  2. Kabel UTP dihubungkan dengan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel digunakan tang khusus yang dikenal dengan nama Cramping tools, sedangkan untuk kabel Coaxial dihubungkan dengan konektor BNC.
Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang Sedangkan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). Dalam kabel UTP timbul interferensi listrik yang terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut, sehinga bila digunakan dalam kabel yang panjang interferensi listrik akan semakin tinggi yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam sistem jaringan tersebut.
Terminator adalah konektor yang digunakan dalam sistem jaringan dengan topologi Bus. Terminator mempunyai nilai tahanan 50 ohm. Merupakan tanda ujung dari sebuah jaringan dengan topologi Bus. Apabila terdapat terminator pada kartu jaringan (LAN Card) dalam sebuah sistem jaringan dengan topologi bus berarti bahwa komputer tersebut merupakan ujung dari sebuah jaringan yang dibangun.
Tindakan perbaikan konektifitas dalam jaringan komputer merupakan tindakan perbaikan secara keseluruhan untuk membangun jaringan LAN (Local Area Network).
Tindakan perbaikan secara keseluruhan menyangkut:
  • Pemasangan Kartu Jaringan
  • Pemasanga Kabel pada konektornya
  • Pemasangan kabel pada jaringan
  • Penginstalan driver kartu jaringan (LAN Card)
  • Pemilihan jenis protocol
  • Penentuan nomor IP Address dan Subnet mask dan
  • Pemilihan Workgroup
Kelebihan kabel Coaxial dalam sistem jaringan adalah kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang . Memiliki jangkauan yang panjang mencapai 300 m dalam satu jaringan.
Kelemahan kabel Coaxial adalah Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) besar.
Sedangkan kabel UTP keuntungannya adalah kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) tidak terjadi karena kabel data terpisah dan semua arus data ditangani oleh hub/switch. Kelemahan kabel UTP terjadinya interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). Dalam kabel UTP timbul
Setting konfigurasi komputer client terdapat perbedaan. Letak perbedaannya terdapat pada pengisian Computer Name dan pada IP Addressnya. Karena jika terjadi kesamaan nama akan mempersulit kita dalam pengenalan komputer mana yang kita hubungi jika namanya sama. Jika terjadi kesamaan pada IP Address maka dapat menyebabkan terjadinya perebutan alamat yang menyebabkan keduanya sama-sama tidak dapat mengakses sistem jaringan.
Pemeriksaan merupakan tindakan untuk melakukan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
  • Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) dengan apakah telah terpasang dengan baik atau tidak
  • Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,
  • Pemasangan konektor tidak longgar
  • Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.
Pengujian merupakan tindakan untuk mengetahui kerja sistem jaringan yang telah kita perbaiki apakah sudah dapat mengenal komputer client lain dalam jaringan. Pengujian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara pengujian IP Address dapat dilakukan dengan mudah dan memberikan informasi yang lengkap karena didalamnya memberikan informasi tentang jenis kartu jaringan yang digunakan, IP Address, Subnet mask dan kecepatan akses perbayte serta informasi yang hilang (lost) dalam pengiriman data. Pembuatan laporan merupakan tindakan memberikan informasi tentang hal-hal yang telah dilakukan dalam perbaikan konektifitas jaringan. laporan yang diberikan harus mencakup seluruh jaringan dan sistem jaringan yang dilakukan perbaikan. hal ini untuk mempermudah pemeriksaan dan perawatan selanjutnya.
Informasi yang diperoleh jika pengujian jaringan dilakukan dengan windows explorer adalah:
  • Dapat mengetahui komputer saat ini yang masih tersambung dengan sistem jaringan
  • Dapat mengetahui drive, Directory, Data, apa yang disharingkan oleh sebuah komputer dalam jaringan tersebut.
  • Dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas yang disharingkan oleh komputer tersebut.
Informasi apasaja bila pengujian jaringan dilakukan dengan TCP/IP Informasi yang diperoleh adalah:
  • Host Name (Nama Komputer)
  • Diskripsi Kartu jaringan yang digunakan
  • Nomor Physical Adapter
  • IP Addres
  • Subnet Mask
  • Kapasitas pengiriman data
  • Waktu yang dibutuhkan
Tujuan dilakukan sharing data dan sharing printer adalah agar komputer lainnya dapat mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki termasuk melihat membuka dan lainnya sebatas kewenangan yang kita berikan.

Mendesain Sistem Keamanan Jaringan




Metode Keamanan Jaringan
Dalam  merencanakan  suatu  keamanan  jaringan,  ada  beberapa  metode  yang  dapat
ditetapkan, metode-metode tersebut adalah sebagai berikut :
1.    Pembatasan akses pada suatu jaringan Ada beberapa konsep dalam pembatasan akses jaringan, yakni sebagai berikut :
a.    Internal Password Authentication Password  local untuk  login  ke  sistem  harus  merupakan  password  yang  baik  serta
dijaga dengan baik. Pengguaan aplikasi shadow password akan sangat membantu.
b.    Server Based password authentication Termasuk  dalam  metoda  ini misalnya  sistem  Kerberos  server,  TCP-wrapper,  dimana
setiap  service  yang  disediakan  oleh  server  tertentu  dibatasi dengan  suatu  daftar  host
dan user yang boleh dan tidak boleh menggunakan service tersebut
c.    Server-based token authentication Metoda  ini  menggunakan  authentication  system  yang  lebih  ketat,  yaitu  dengan
penggunaan  token  /  smart  card,  sehingga  untuk  akses  tertentu  hanya  bisa  dilakukan
oleh login tertentu dengan menggunakan token khusus.
d.    Firewall dan Routing Control 
adanya  firewall,  semua  paket  ke  sistem  di belakang  firewall dari jaringan  luar  tidak
dapat dilakukan langsung. Semua hubungan harus dilakukan dengan mesin firewall
2.    Menggunakan Metode dan mekanisme  tertentu 
•    Enkripsi 
Salah satu cara pembatasan akses adalah dengan enkripsi. Proses enkripsi meng-encode
data dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh sistem yang mempunyai kunci untuk
membaca  data.  Proses  enkripsi dapat  dengan  menggunakan  software  atau  hardware.
Hasil enkripsi disebut cipher. Cipher kemudian didekripsi dengan device dan kunci yang
sama  tipenya  (sama  hardware/softwarenya,  sama  kuncinya).  Dalam  jaringan,  sistem
enkripsi harus  sama  antara  dua  host  yang  berkomunikasi.  Jadi diperlukan  kontrol
terhadap  kedua  sistem  yang  berkomunikasi.  Biasanya  enkripsi digunakan  untuk  suatu
sistem yang seluruhnya dikontrol oleh satu otoritas
Terminologi Kriptografi 
Kriptografi  (cryptography)  merupakan  ilmu  dan  seni untuk  menjaga  pesan  agar
aman. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure. [40]) “Crypto”
berarti “secret”  (rahasia)  dan  “graphy”  berarti  “writing”  (tulisan)  [3].  Para  pelaku  atau
praktisi kriptografi disebut cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic
algorithm),  disebut    cipher,  merupakan  persamaan  matematik  yang  digunakan  untuk
proses enkripsi dan dekripsi. Biasanya kedua persamaan matematik (untuk enkripsi dan
dekripsi) tersebut memiliki hubungan matematis yang cukup erat.

Terminologi Enskripsi - Dekripsi 
Proses  yang  dilakukan  untuk  mengamankan  sebuah  pesan  (yang  disebut
plaintext)  menjadi pesan  yang  tersembunyi  (disebut    ciphertext)  adalah  enkripsi
(encryption).    Ciphertext  adalah  pesan  yang  sudah  tidak  dapat  dibaca  dengan  mudah.
Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat digunakan adalah “encipher”. Proses
sebaliknya,  untuk  mengubah    ciphertext  menjadi   plaintext,  disebut  dekripsi
(decryption). Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat untuk proses ini adalah
“decipher”.

•    Digital Signature 
Digunakan  untuk  menyediakan  authentication,  perlindungan,  integritas,  dan  non-
repudiation
•    Algoritma Checksum/Hash 
Digunakan  untuk  menyediakan  perlindungan  integritas,  dan  dapat  menyediakan
authentication
•    Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service

3.    Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan 

Dengan  adanya  pemantauan  yang  teratur,  maka  penggunaan  sistem  oleh  yang  tidak
berhak  dapat  dihindari /  cepat  diketahui.  Untuk  mendeteksi aktifitas  yang  tidak  normal,
maka  perlu  diketahui aktifitas  yang  normal.  Proses  apa  saja  yang  berjalan  pada  saat
aktifitas  normal.  Siapa  saja  yang  biasanya  login  pada  saat  tersebut.  Siapa  saja  yang
biasanya    login  diluar  jam  kerja.  Bila  terjadi keganjilan,  maka  perlu  segera  diperiksa.  Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga kemungkinan adanya intruder.

Metodologi    keamanan  informasi    bertujuan  untuk  meminimalisasi    kerusakan  dan
memelihara keberlangsungan bisnis dengan memerhatikan semua kemungkinan kelemahan dan
ancaman  terhadap  aset  informasi.  Untuk    menjamin  keberlangsungan    bisnis,  metodologi
keamanan  informasi   berusaha  memastikan  kerahasiaan,  integritas  dan  ketersediaan  aset
informasi internal.  Hal ini termasuk  penerapan    metode  dan  kontrol manajemen    risiko.  Pada dasarnya, yang dibutuhkan adalah rencana yang bagus  dan  meliputi  aspek administratif, fisik, serta teknis dari keamanan informasi.
Beberapa  Langkah  dalam  perancangan  Sistem  dengan  memperhatikan  aspek  Keamanan Jaringan : 
1.    Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2.    Menentukan kebijakan atau policy .
3.    Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
4.    Menentukan  pengguna-pengguna  mana  saja  yang  akan  dikenakan  oleh  satu  atau  lebih aturan firewall.
5.    Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
6.    Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

Arsitektur sistem IDS 
Terminologi Kriptografi 
Kriptografi  (cryptography)  merupakan  ilmu  dan  seni untuk  menjaga  pesan  agar
aman. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure. [40]) “Crypto”
berarti “secret”  (rahasia)  dan  “graphy”  berarti  “writing”  (tulisan)  [3].  Para  pelaku  atau
praktisi kriptografi disebut cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic
algorithm),  disebut    cipher,  merupakan  persamaan  matematik  yang  digunakan  untuk
proses enkripsi dan dekripsi. Biasanya kedua persamaan matematik (untuk enkripsi dan
dekripsi) tersebut memiliki hubungan matematis yang cukup erat.
Terminologi Enskripsi - Dekripsi 
Proses  yang  dilakukan  untuk  mengamankan  sebuah  pesan  (yang  disebut
plaintext)  menjadi pesan  yang  tersembunyi  (disebut    ciphertext)  adalah  enkripsi
(encryption).    Ciphertext  adalah  pesan  yang  sudah  tidak  dapat  dibaca  dengan  mudah.
Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat digunakan adalah “encipher”. Proses
sebaliknya,  untuk  mengubah    ciphertext  menjadi   plaintext,  disebut  dekripsi
(decryption). Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat untuk proses ini adalah
“decipher”.

•    Digital Signature 
Digunakan  untuk  menyediakan  authentication,  perlindungan,  integritas,  dan  non-
repudiation
•    Algoritma Checksum/Hash 
Digunakan  untuk  menyediakan  perlindungan  integritas,  dan  dapat  menyediakan
authentication
•    Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service

3.    Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan 

Dengan  adanya  pemantauan  yang  teratur,  maka  penggunaan  sistem  oleh  yang  tidak
berhak  dapat  dihindari /  cepat  diketahui.  Untuk  mendeteksi aktifitas  yang  tidak  normal,
maka  perlu  diketahui aktifitas  yang  normal.  Proses  apa  saja  yang  berjalan  pada  saat
aktifitas  normal.  Siapa  saja  yang  biasanya  login  pada  saat  tersebut.  Siapa  saja  yang
biasanya    login  diluar  jam  kerja.  Bila  terjadi keganjilan,  maka  perlu  segera  diperiksa.  Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga kemungkinan adanya intruder.

Metodologi    keamanan  informasi    bertujuan  untuk  meminimalisasi    kerusakan  dan
memelihara keberlangsungan bisnis dengan memerhatikan semua kemungkinan kelemahan dan
ancaman  terhadap  aset  informasi.  Untuk    menjamin  keberlangsungan    bisnis,  metodologi
keamanan  informasi   berusaha  memastikan  kerahasiaan,  integritas  dan  ketersediaan  aset
informasi internal.  Hal ini termasuk  penerapan    metode  dan  kontrol manajemen    risiko.  Pada dasarnya, yang dibutuhkan adalah rencana yang bagus  dan  meliputi  aspek administratif, fisik, serta teknis dari keamanan informasi.
Beberapa  Langkah  dalam  perancangan  Sistem  dengan  memperhatikan  aspek  Keamanan Jaringan : 
1.    Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2.    Menentukan kebijakan atau policy .
3.    Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
4.    Menentukan  pengguna-pengguna  mana  saja  yang  akan  dikenakan  oleh  satu  atau  lebih aturan firewall.
5.    Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
6.    Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

Arsitektur sistem IDS 
Terminologi Enskripsi - Dekripsi 
Proses  yang  dilakukan  untuk  mengamankan  sebuah  pesan  (yang  disebut
plaintext)  menjadi pesan  yang  tersembunyi  (disebut    ciphertext)  adalah  enkripsi
(encryption).    Ciphertext  adalah  pesan  yang  sudah  tidak  dapat  dibaca  dengan  mudah.
Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat digunakan adalah “encipher”. Proses
sebaliknya,  untuk  mengubah    ciphertext  menjadi   plaintext,  disebut  dekripsi
(decryption). Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat untuk proses ini adalah
“decipher”.
•    Digital Signature 
Digunakan  untuk  menyediakan  authentication,  perlindungan,  integritas,  dan  non-
repudiation
•    Algoritma Checksum/Hash 
Digunakan  untuk  menyediakan  perlindungan  integritas,  dan  dapat  menyediakan
authentication
•    Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service

3.    Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan 

Dengan  adanya  pemantauan  yang  teratur,  maka  penggunaan  sistem  oleh  yang  tidak
berhak  dapat  dihindari /  cepat  diketahui.  Untuk  mendeteksi aktifitas  yang  tidak  normal,
maka  perlu  diketahui aktifitas  yang  normal.  Proses  apa  saja  yang  berjalan  pada  saat
aktifitas  normal.  Siapa  saja  yang  biasanya  login  pada  saat  tersebut.  Siapa  saja  yang
biasanya    login  diluar  jam  kerja.  Bila  terjadi keganjilan,  maka  perlu  segera  diperiksa.  Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga kemungkinan adanya intruder.

Metodologi    keamanan  informasi    bertujuan  untuk  meminimalisasi    kerusakan  dan
memelihara keberlangsungan bisnis dengan memerhatikan semua kemungkinan kelemahan dan
ancaman  terhadap  aset  informasi.  Untuk    menjamin  keberlangsungan    bisnis,  metodologi
keamanan  informasi   berusaha  memastikan  kerahasiaan,  integritas  dan  ketersediaan  aset
informasi internal.  Hal ini termasuk  penerapan    metode  dan  kontrol manajemen    risiko.  Pada dasarnya, yang dibutuhkan adalah rencana yang bagus  dan  meliputi  aspek administratif, fisik, serta teknis dari keamanan informasi.
Beberapa  Langkah  dalam  perancangan  Sistem  dengan  memperhatikan  aspek  Keamanan Jaringan : 
1.    Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2.    Menentukan kebijakan atau policy .
3.    Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
4.    Menentukan  pengguna-pengguna  mana  saja  yang  akan  dikenakan  oleh  satu  atau  lebih aturan firewall.
5.    Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
6.    Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

Arsitektur sistem IDS 
•    Digital Signature 
Digunakan  untuk  menyediakan  authentication,  perlindungan,  integritas,  dan  non-
repudiation
•    Algoritma Checksum/Hash 
Digunakan  untuk  menyediakan  perlindungan  integritas,  dan  dapat  menyediakan
authentication
•    Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service
3.    Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan 

Dengan  adanya  pemantauan  yang  teratur,  maka  penggunaan  sistem  oleh  yang  tidak
berhak  dapat  dihindari /  cepat  diketahui.  Untuk  mendeteksi aktifitas  yang  tidak  normal,
maka  perlu  diketahui aktifitas  yang  normal.  Proses  apa  saja  yang  berjalan  pada  saat
aktifitas  normal.  Siapa  saja  yang  biasanya  login  pada  saat  tersebut.  Siapa  saja  yang
biasanya    login  diluar  jam  kerja.  Bila  terjadi keganjilan,  maka  perlu  segera  diperiksa.  Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga kemungkinan adanya intruder.

Metodologi    keamanan  informasi    bertujuan  untuk  meminimalisasi    kerusakan  dan
memelihara keberlangsungan bisnis dengan memerhatikan semua kemungkinan kelemahan dan
ancaman  terhadap  aset  informasi.  Untuk    menjamin  keberlangsungan    bisnis,  metodologi
keamanan  informasi   berusaha  memastikan  kerahasiaan,  integritas  dan  ketersediaan  aset
informasi internal.  Hal ini termasuk  penerapan    metode  dan  kontrol manajemen    risiko.  Pada dasarnya, yang dibutuhkan adalah rencana yang bagus  dan  meliputi  aspek administratif, fisik, serta teknis dari keamanan informasi.
Beberapa  Langkah  dalam  perancangan  Sistem  dengan  memperhatikan  aspek  Keamanan Jaringan : 
1.    Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2.    Menentukan kebijakan atau policy .
3.    Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
4.    Menentukan  pengguna-pengguna  mana  saja  yang  akan  dikenakan  oleh  satu  atau  lebih aturan firewall.
5.    Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
6.    Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

Arsitektur sistem IDS 
3.    Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan 
Dengan  adanya  pemantauan  yang  teratur,  maka  penggunaan  sistem  oleh  yang  tidak
berhak  dapat  dihindari /  cepat  diketahui.  Untuk  mendeteksi aktifitas  yang  tidak  normal,
maka  perlu  diketahui aktifitas  yang  normal.  Proses  apa  saja  yang  berjalan  pada  saat
aktifitas  normal.  Siapa  saja  yang  biasanya  login  pada  saat  tersebut.  Siapa  saja  yang
biasanya    login  diluar  jam  kerja.  Bila  terjadi keganjilan,  maka  perlu  segera  diperiksa.  Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga kemungkinan adanya intruder.
Metodologi    keamanan  informasi    bertujuan  untuk  meminimalisasi    kerusakan  dan
memelihara keberlangsungan bisnis dengan memerhatikan semua kemungkinan kelemahan dan
ancaman  terhadap  aset  informasi.  Untuk    menjamin  keberlangsungan    bisnis,  metodologi
keamanan  informasi   berusaha  memastikan  kerahasiaan,  integritas  dan  ketersediaan  aset
informasi internal.  Hal ini termasuk  penerapan    metode  dan  kontrol manajemen    risiko.  Pada dasarnya, yang dibutuhkan adalah rencana yang bagus  dan  meliputi  aspek administratif, fisik, serta teknis dari keamanan informasi.
Beberapa  Langkah  dalam  perancangan  Sistem  dengan  memperhatikan  aspek  Keamanan Jaringan : 
1.    Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2.    Menentukan kebijakan atau policy .
3.    Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
4.    Menentukan  pengguna-pengguna  mana  saja  yang  akan  dikenakan  oleh  satu  atau  lebih aturan firewall.
5.    Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
6.    Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

Arsitektur sistem IDS 
Metodologi    keamanan  informasi    bertujuan  untuk  meminimalisasi    kerusakan  dan
memelihara keberlangsungan bisnis dengan memerhatikan semua kemungkinan kelemahan dan
ancaman  terhadap  aset  informasi.  Untuk    menjamin  keberlangsungan    bisnis,  metodologi
keamanan  informasi   berusaha  memastikan  kerahasiaan,  integritas  dan  ketersediaan  aset
informasi internal.  Hal ini termasuk  penerapan    metode  dan  kontrol manajemen    risiko.  Pada dasarnya, yang dibutuhkan adalah rencana yang bagus  dan  meliputi  aspek administratif, fisik, serta teknis dari keamanan informasi.
Beberapa  Langkah  dalam  perancangan  Sistem  dengan  memperhatikan  aspek  Keamanan Jaringan : 
1.    Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2.    Menentukan kebijakan atau policy .
3.    Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
4.    Menentukan  pengguna-pengguna  mana  saja  yang  akan  dikenakan  oleh  satu  atau  lebih aturan firewall.
5.    Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
6.    Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.
Arsitektur sistem IDS 
Arsitektur sistem IDS 
Intrusion Detection System (IDS) pada implementasi tugas akhir ini  tediri dari komponen
komponen / modul :
1.    Sensor modul
2.    Analyzer modul
3.    Database system
Firewall melindungi   host-host  pada  sebuah  network  dari berbagai serangan.  Dengan





 Sensor  berfungsi untuk  mengambil data  dari jaringan.  Sensor  merupakan  bagian  dari 
sistem  deteksi  dini  dari  IDS.  Untuk  itu  digunakan  suatu    program  yang  berfungsi sebagai intrusion  detector  dengan  kemampuan  packet  logging  dan  analisis  traffik  yang  realtime. 
Analyzer berfungsi untuk  analisa paket yang lewat pada jaringan. Informasi dari analyzer yang 
akan menjadi input bagi sistem lainnya.  Salah satu perangkat lunak yang sering digunakan pada IDS adalah snort, karena snort mempunyai kemampuan    menjadi sensor  dan  analyzer  serta  sesuai untuk  diterapkan  pada rancangan sistem keamanan. Arsitektur  Sistem  AIRIDS  Automatic  Interactive  Reactive  Intrusion  Detection System AIRIDS  merupakan  suatu  metode  kemanan  jaringan  yang  bertujuan  untuk  membentuk suatu  arsitektur  sistem keamanan  yang  terintegrasi antara  Intrusion  Detection  System  (IDS),Firewall System, Database System dan Monitoring System. 

komponen-komponen / modul  AIRIDS berupa : 
1.    Intrusion detection system (IDS) 
a.    Sensor modul 
b.    Analyzer  modul 
2.    Database system  
3.    Monitoring system 
4.    Firewall system 
5.    SMS system (optional) 

Selasa, 25 September 2012

IDENTIFIKASI PENGENDALIAN PADA SISTEM KEAMANAN JARINGAN


Pengertian :
Keamanan jaringan adalah proses untuk melindungi sistem dalam jaringan dengan mencegah dan mendeteksi penggunaan yang tidak berhak dalam jaringan.
Untuk mengendalikan keamanan, yang harus diperhatikan adalah  komponen-komponen yang memberikan andil dalam resiko ( risk management ), komponen tersebut adalah :
1. Assets ( Aset )
  • Hardware
  • Software
  • Dokumentasi
  • Data
  • Lingkungan
  • Manusia
2. Threats ( ancaman )
  • Pemakai
  • Teroris
  • Kecelakaan
  • Crackers
  • Penjahat kriminal
  • Intel luar negeri
3. Vulnerabilities ( kelemahan)
  • Software bugs
  • Hardware bugs
  • Radiasi
  • Keteledoran
  • Media penyimpanan
Usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan :
  • Usaha untuk mengurangi Threats
  • Usaha untuk mengurangi Vulnerabilities
  • Usaha untuk mengurangi impact
  • Mendeteksi kejadian yang tidak bersahabat ( hostile event )
  • Recover ( pemulihan )
Kejahatan Komputer :
Menurut David Icove, berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat diklasifikasikan menjadi 4, yaitu :
    1. Keamanan yang bersifat fisik ( physical security ), termasuk dalam keamanan ini adalah akses orang ke gedung, peralatan dan media yang digunakan
    2. Keamanan yang berhubungan dengan orang ( personel ), termasuk dalam hal ini adalah identifikasi dan profil resiko orang yang mempunyai akses (pekerja).
    3. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi, termasuk dalam kelas ini adalah kelemahan yang digunakan untuk mengelola data. Contoh seorang kriminal menjalankan virus.
    4. Keamanan dalam operasi, yang termasuk dalam kelas ini adalah prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga termasuk prosedur setelah penyerangan.
Aspek Keamanan :
Keamanan komputer ( computer security ) meliputi 4 aspek pokok :
    1. Privacy / Confidentiality, adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Dalam privacy penekanan lebih pada data data yang sifatnya privat ( contoh ; email ), sedangkan Confidentiality biasanya berhubungan dengan data yang diberikan kepada pihak lain untuk keperluan tertentu.
    2. Integrity, yang dimaksuk integrity adalah bahwa informasi tidak boleh dirubah tanpa seijin pemilik informasi.
    3. Authentication, adalah aspek yang berkaitan dengan metode untuk menyatakan bahwa informasi betul – betul asli, dan orang yang mengakses adalah orang yang berhak. Ada tiga hal yang dapat ditanyakan untuk meyakinkan siapa dia sebenarnya, yaitu :
    • What you have ( kartu ATM )
    • What you know ( PIN / Passward )
    • What you are ( sidik jari )
4. Availability, adalah aspek yang menyakut ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.
Selain empat aspek tersebut di atas, ada dua aspek lagi yang dapat mempengaruhi keamanan :
    1. Access Control, adalah aspek yang berhubungan dengan cara pengaturan akses informasi, hal ini biasanya berkaitan dengan klasifikasi data ( public, private, … )
    2. Non-repudiation, adalah aspek yang bertujuan agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi.
Penyeban dan masalah dalam sistem keamanan jaringan.
Ada dua penyebab dan masalah dalam sistem keamanan jaringan:
    1. Serangan yang berasal dari luar,
  • DoS ( Denial of Service ), merupakan serangan yang dilancarkan melalui paket-paket jaringan tertentu, biasanya paket-paket sederhana dengan jumlah yang besar dengan maksud mengacaukan keadaan jaringan
  • IP Spoofing, juga dikenal sebagai Source Address Spoffing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker
  • Malware, serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus
  • FTP Attack, adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh perintah malformed. Tujuannya adalah untuk mendapatkan command shell, yang akhirnya user tersebut dapat mengambil source di dalam jaringan tanpa adanya otorisasi.
  • Sniffer, Adalah usaha untuk menangkap setiap data yang lewat dari suatu jaringan ( dapat berupa password ).
2. Serangan dari dalam
  • Password Attack, usaha penerobosan suatu sistem jaringan dengan cara memperoleh password dari jaringan tersebut.
  • Merusak file server
  • Deface web server,
Kerawanan yang terdapat dalam web server adalah :
-          Buffer overflow, hal ini terjadi karena attacker menambah errors pada port yang digunakan untuk web trafic
-          Httpd,
-          Bypasses,
-          Cross scripting
-          Web kode vulnerabilities
-          URL floods
Sumber lubang keamanan jaringan
Walaupun sebuah sistem jaringan sudah dirancang memiliki perangkat pengamanan, dalam operasi masalah keamanan harus selalu di monitor, hal ini di sebabkan karena :
-          Ditemukannya lubang keamanan
-          Kesalahan konfigurasi
-          Penambahan perangkat baru
Adapun sumber lubang keamanan dapat terjadi karena beberapa hal :
    1. Salah disain
    2. Implementasi yang kurang baik
    3. Salah konfigurasi
    4. Penggunaan program penyerang,
-          Pcapture, berjalan pada sistem operasi Unix
-          Sniffit, berjalan pada sistem operasi Unix
-          Tcpdump, berjalan pada sistem operasi Unix
-          webXRay, berjalan pada sistem operasi windows

Referensi dari http://rulrid.wordpress.com/2010/06/08/identifikasi-pengendalian-pada-sistem-keamanan-jaringan/

Cara setting firewall di Windows 7


Semenjak diperkenalkan di Windows XP dengan nama Internet Connection Firewall, Windows Firewall sudah mengalami beberapa perubahan signifikan khususnya untuk Firewall di Windows 7.
Perbedaan paling mendasar antara firewall windows XP dan Windows 7 adalah pada Windows firewall di XP hanya bisa diatur / terbatas untuk koneksi yang masuk (inbound), sedangkan di Windows 7 Firewall dapat diatur untuk menfilter semua koneksi baik itu yang masuk (inbound)maupun keluar (outbound).
Firewall yang disertakan pada Windows 7 memiliki banyak fungsi, powerful, dan penggunaannya juga sangat mudah. Cocok bagi user yang sering berpindah-pindah antar satu jaringan ke jaringan lain. Misal dari rumah, kantor, ataupun hotspot publik.
Untuk melakukan setting firewall di Windows 7 dilakukan dengan masuk ke Control Panel | Windows Firewall

Windows Firewall memberikan 3 pilihan profil yaitu Home NetworkWork Network dan Public Network. Home dan Work Network diklasifikasikan sebagai private network dimana kondisi jaringan dinilai relatif aman.

Dengan memilih opsi “Home Network, kita bisa membuat Homegroup dimana network discovery akan dihidupkan dan membuat kita bisa melihat komputer lain yang terhubung dengan Network yang sama dengan kita.
Bergabung dengan Homegroup akan membuat komputer yang terkoneksi dapat me-share gambar, musik, video dan dokumen maupun sharing Printer. Bila ada folder yang ada di libraries kita yang tidak ingin dishare dapat dipilih untuk tidak dishare.
Jika memilih Work network, network discovery akan hidup secara default tapi kita tidak akan bisa membuat atau bergabung ke dalam Homegroup. Bila kita bergabung ke Domain Windows (Control Panel | System | Advanced System Settings | Computer Name tab) dan telah berhasil diautentifikasi, secara otomatis Windows Firewall akan mengenalinya dan mengklasifikasikan sebagai domain network.
Public Network merupakan pilihan yang tepat bila kita sedang mengakses internet di area publik seperti restoran, kafe, ataupun saat memakai koneksi dengan internet melalui handphone. Memilih Public Network akan membuat setting Network Discovery off secara default sehingga komputer lain di jaringan tidak bisa melihat keberadaan anda dan pilihan profil ini akan membuat anda tidak bisa membuat atau bergabung kedalam homegroup.
Untuk setiap profil network, secara default Windows Firewall akan memblokir koneksi dari program yang tidak ada didalam daftar whitelist. Namun Windows 7 memperbolehkan anda melakukan setting berbeda untuk setiap profil, beserta juga pengaturan notifikasi saat Firewall memblokir applikasi.

Kita bisa mengkonfigurasikan pilihan akses program untuk setiap profile dengan memilih Advanced Setting di bagian kiri layar utama. Beberapa setting yg dapat kita rubah antara lain:
  • On/off status of the Windows firewall
  • Koneksi yang masuk ke komputer kita “Inbound connections” (block, block all connections, atau allow)
  • Koneksi yang keluar dari komputer kita “Outbound connections” (allow atau block)
  • Notifikasi bila ada program yang diblokir oleh Windows Firewall (Display notifications)
  • Perbolehkan unicast response ataupun broadcast traffic
  • Pilihan untuk mempergunakan pengaturan Firewall dan keamananan yang dibuat oleh administrator lokal ditambah dengan pengaturan yang ada di setting Group Policy
Untuk melakukan setting program, range IP address, ataupun port mana saja yang diperbolehkan untuk mengakses jaringan, baik untuk akses masuk (inbound) ataupun akses keluar (outbound), bisa melakukan pengaturan diControl Panel > Advanced Setting, setelah itu dibagian kiri pilih opsi Inbound Rules atau Outbound Rules.

Untuk menambahkan pengaturan rules baru klik menu New Rule, lalu pilih tipe rule yang ingin dibuat (program, port, predifined setting, dan custom rule) lalu ubah nilainya sesuai dengan kebutuhan dan tentukan aksi yang akan dilakukan apakah akan memblokir atau mengijinkan koneksi ke jaringan.

Kita juga bisa melihat log / catatan aktifitas dari Windows Firewall untuk koneksi yang diijinkan ataupun diblokir dengan membuka Event Viewer di menu All Programs | Administrative Tools | Event Viewer
Di Event Viewer bagian panel kiri pilih Applications and Services Log | Microsoft | Windows | Windows Firewall with Advanced Security untuk melihat log lengkapnya.

Fitur baru lainnya yang ada di Firewall Windows 7 yaitu memperbolehkan anda melakukan setting profile berbeda untuk setiap network adapter. Misal anda terhubung dengan jaringan LAN kantor dan juga terhubung dengan internet broadband melalui modem 3G, maka secara otomatis jaringan LAN akan menggunakan profil Work Network sedangkan akses melalui modem 3G akan di-set ke profil Public Network.
Penutup:
Secara garis besar keberadaan Windows Firewall di Windows 7 sudah bisa disejajarkan dengan software firewall komersial keluaran pihak ketiga seperti ZoneAlarm, Symantec Endpoint Protection, Kaspersky Internet Security, McAfee Personal Firewall Plus, dll.
Namun, karena kebanyakan Antivirus komersial yang beredar dipasaran sudah menyertakan Firewall sebaiknya jangan mengaktifkan Windows Firewall dan Firewall Antivirus secara bersamaan

Referensi dari http://www.infoteknologi.com/windows/setting-firewall-di-windows-7/

Jenis-jenis keamanan jaringan



Jaringan Komputer adalah sebuah kumpulan dari komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan dan membentuk suatu sistem tertentu. Informasi bergerak melalui kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar informasi (data), mencetak pada printer yang sama dan dapat secara simultan menggunakan program aplikasi yang sama. Ada beberapa pembagian dari jenis-jenis jaringan yaitu :

1. LAN (Local Area Network)

Merupakan jaringan milik pribadi didalam gedung atau kampus yang berukuran sampai dengan beberapa kilometer. LAN sering digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor atau perusahaan untuk pemakaian bersama dan saling bertukar informasi.

2. MAN ( Metropolitan Area Network)

Merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar, biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara bahkan dapat digunakan untuk aplikasi TV kabel.

3. WAN ( Wide Area Network)

Jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas seringkali mencakup negara bahkan benua. Teknologi yang digunakan hampir sama dengan LAN.

4. INTERNET (Interconnected Network)

Jangkauannya mencakup seluruh dunia yang merupakan gabungan dari LAN,WAN, dan MAN yang ada.

Referensi dari http://dataserverku.blogspot.com/2012/03/jenis-jenis-keamanan-jaringan.html

Kamis, 13 September 2012

Desain Kalender

HTML membuat desain kalender


Ini adalah script html untuk kalender diatas. Tetapi saya membuat htmlnya menggunakan HTML editor software 'dreamweaver' agar lebih memudahkan dalam mengerjakannya:
 

<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
<title>Tugas Calendar</title>
</head>
<body background="KTYXHJ_2011.jpg">
<h1><marquee><font color="#FFFFFF" face="ArgosContour">Calendar 2013</font></marquee></h1>
<table width="600" align="center" height="600" border="2">
 <tr background="Capture7_45_35.jpg">
  <td width="600" height="300" colspan="7" background="blum.jpg"><center><font face="ArgosContour" color="#993300" size="+6"><b>Januari</b></font></center></td></tr>
 <tr>  
  <td bgcolor="#FFFFFF"><center><font color="#FF0000" face="action jackson"><h2>Sun</h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><center><h2><font face="action jackson">Mon</font></h2></center></td>
    <td bgcolor="#990000"><center><h2><font face="action jackson">Tue</font></h2></center></td>
    <td bgcolor="#990000"><center><h2><font face="action jackson">Wed</font></h2></center></td>
    <td bgcolor="#990000"><center><h2><font face="action jackson">Thu</font></h2></center></td>
    <td bgcolor="#990000"><center><h2><font face="action jackson">Fri</font></h2></center></td>
    <td bgcolor="#990000"><center><h2><font face="action jackson">Sat</font></h2></center></td>
 </tr>
<tr>  
  <td bgcolor="#FFFFFF"></td>
    <td bgcolor="#990000"></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>1</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>2</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>3</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>4</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>5</center></font></h2></td>
 </tr>
 <tr>  
  <td bgcolor="#FFFFFF"><h2><font color='#FF0000' face="action jackson"><center>6</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>7</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>8</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>9</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>10</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>11</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>12</center></font></h2></td>
 </tr>
 <tr>  
  <td bgcolor="#FFFFFF"><h2><font color="#FF0000" face="action jackson"><center>13</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>14</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>15</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>16</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>17</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>18</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>19</center></font></h2></td>
 </tr>
 <tr>  
  <td bgcolor="#FFFFFF"><h2><font color="#FF0000" face="action jackson"><center>20</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>21</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>22</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>23</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>24</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>25</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>26</center></font></h2></td>
 </tr>
 <tr>  
  <td bgcolor="#FFFFFF"><h2><font color="#FF0000" face="action jackson"><center>27</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>28</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>29</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>30</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"><h2><font face="Action Jackson" color="#FFFFFF"><center>31</center></font></h2></td>
    <td bgcolor="#990000"></td>
    <td bgcolor="#990000"></td>
 </tr>
 </table>
 <h6><marquee>Copyright 2011 Design by Ananda Larassati E</marquee></h6>
</body>
</html>
</body>
</html>

Desain Profile

HTML MEMBUAT PROFILE DESIGN

Ini adalah hasil dari pengeditan html profile design


Ini adalah script html untuk gambar diatas. Tetapi saya membuat htmlnya menggunakan HTML editor software 'dreamweaver' agar lebih memudahkan dalam mengerjakannya:

<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
<title>Profile</title>
</head>
<body background="331204063.jpg">
 <table width="750" align="center" height="900" border="3">
<td background="331204063.jpg" width="500" height="10" colspan="2"><center><h1><marquee direction="right"><font color="#FF0033">MY PROFILE</font></marquee></h1></center><br /><br /><br />
<center><img src="laras.jpg" width="150" height="125"/><center>
        <center><h2><font color="#FF3300">Nama&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;:&nbsp;&nbsp; Ananda Larassati E</font></h2></center>
       <cebter> <h2><font color="#FF3300">TTL&nbsp;&nbsp;&nbsp:&nbsp;&nbsp; Jakarta, 10 maret 1995</font></h2></center>
        <center><h2><font color="#FF3300">Alamat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: Jl. Puspa RT 13/RW 06 no.17 Jak-Tim</font></h2></center>
       <center><h2><font color="#FF3300">Jenis Kelamin&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: Perempuan</font></h2></center>
       <Center><h2><font color="#FF3300">Asal sekolah&nbsp;&nbsp;&nbsp;: SMK N 1 Jakarta</font></h2></Center>
       <center><h2><font color="#FF3300">No Tlp&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: 083899338537</font></h2></center>
        <center><h2><font color="#FF3300">Agama&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: Islam</font></h2></center>
        <tr>
     <td bgcolor="#CCCCCC" height="90" width="500" colspan="2"><marquee><a href="https://twitter.com/larasatew"><img src="Twitter.png" width="90" height="90" />&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<a href="http://www.facebook.com/mobileprotection#!/ananda.z.larassati"><img src="Facebook.png" width="90" /></a></marquee></td></tr>
    </table>
      
      
</body>
</html>